BERITA TERBARU

BERSAMA LPRI KITA MENCEGAH KORUPSI SERTA MENJAGA STABILITAS KEAMANAN NASIONAL

Merauke, LPRI – Kehadiran Ketua DPC dan Dewan Pembina LPRI kabupaten Merauke di tengah-tengah Tokoh Masyarakat yang juga sebagai Pengurus LPRI tingkat Kecamatan/Distrik Semangga dan Tanah Miring merupakan satu kebanggaan bagi Masyarakat dan membuka Ruang Diskusi lebih mendalam tentang Sistem Pengelolaan Tata Pemerintahan di tingkat Kampung.

Keinginan para Tokoh Masyarakat utuk sebuah Perubahan/Reformasi Birokrasi di tingkat Kampung perlu menjadi Perhatian serius Pemerintah Daerah dan para Penegak Hukum.

“LPRI merupakan sebuah Lembaga Organisasi Masyarakat yang lahir dari, oleh dan untuk Masyarakat mempunyai peranan Penting dalam Mengawasi, Mencegah dan Merekomendasikan kepada pihak pihak terkait apabila terjadi Tindak Pidana Korupsi serta pelanggaran Hukum. Hal ini yg kami sampaikan sebagai Pimpinan LPRI di Kabupaten Merauke.

Banyak Problema penyalahgunaan DANA DESA yg terjadi secara sistematis hampir di semua kampung yang ada di kabupaten Merauke (total 179 kampung) dan perlu menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Pusat dan daerah serta para Pemangku Kebijakan.

Oleh karenanya kami menawarkan :

  1. Harus dibuat Plan dan dipasang di kantor Desa terkait RAB Penggunaan Dana Desa.
  2. Perlu dibuat Plan Tentang Program Desa yg akan dikerjakan.
  3. Transparansi penggunaan Anggaran dan All Instan yg menjadi milik Desa
  4. Perlu adanya Pelatihan secara berkala kepada seluruh Aparat Desa
  5. Mempersiapkan Sumber daya yg mumpuni dalam mengelola Keuangan Negara (Dana Desa) di tingkat Kampung.

Dengan Tujuan agar Mengantisipasi Penyalahgunaan Dana Desa dan sekaligus Mencegah terjadi Tindak Pidana Korupsi.

  1. LPRI Siap membantu Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kampung yang berada diseluruh Wilayah Indonesia terkhusus Papua dan Merauke.

Demikian hasil Pertemuan Pengurus DPC dan DPAC tingkat Kecamatan Semangga dan Tanah Miring.

Merauke, 24 Agustus 2019
DPC LPRI MERAUKE

Ttd.
SIPRIANUS BP. MUDA, S.Sos

Ketua umum DPP LPRI sesalkan Insiden kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (DPP LPRI) Syarifuddin Thahir SE.,SH.,MM, menanggapi masalah bentrokan mahasiswa yang ada di Malang dan Surabaya di hari perayaan Ulang Tahun RI yang ke 74.

Kami mohon agar aparat penegak hukum, khususnya kepolisian agar bijak melihat situasi bangsa yang penuh damai ini, kami mendukung penegakan hukum di tanah air, tapi masalah di Malang dan Surabaya, kepolisian jangan mendengar dari satu kelompok LSM saja tetapi harus bisa mendengar dari semua pihak, pemerintah Malang dan Surabaya juga harus bisa mengadakan sosialisasi kepada para mahasiswa dari Papua mengenai kesadaran bernegara dan pengamalan idiologi Pancasila, asrama mahasiswa disemua daerah harus ada pembinaan dari pemerintah setempat dan kepolisian.

Kepada LSM di Surabaya dan Malang jangan terbiasa main hakim sendiri, ada permasalahan dengan adik-adik mahasiswa kita harus ajak dialog dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah dengan musyawarah, ini negara hukum dan letakkan hukum di atas segala- segalanya.

Saya sebagai Ketua Umum DPP LPRI merasa kecewa dengan tindakan oknum LSM yang ada di surabaya dan malang.

Permasalah yang sepele seharusnya lapor ke RT, RW atau Polsek terdekat, agar bisa diselesaikan dengan musyawarah, kasihan adik- adik kita dari Papua yang datang untuk belajar menuntut ilmu jauh, dari Papua ke daerah Surabaya dan Malang tapi mendapat masalah dari oknum-oknum LSM yang ada di sana.

Kami menghimbau juga kepada aparat kepolisian agar bisa mengembalikan atau melepas adik-adik kita kembali ke asrama untuk bisa belajar dan meneruskan kuliah mereka di Surabaya dan Malang.

Mari kita sambut Dirgahayu Kemerdekaan ke 74 bangsa ini dengan penuh kegembiraan, Papua adalah bagian dari bangsa Indonesia, adik-adik mahasiswa Papua juga saudara kita semua, jangan kita perkeruhkan persaudaraan kita ini dengan saling bermusuhan satu sama lain,
karena musuh yang paling besar adalah musuh yang datang dari diri kita sendiri, mari kita isi kemerdekaan ini dengan persatuan dan kesatuan, kita berbeda bahasa, berbeda suku, agama dan ras, tapi kita dipersatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, kita berbeda-berbeda tapi tetap satu dalam rumah NKRI, idiologi kita tetap satu Pancasila.

Masukan dan saran saya sebagai ketum DPP LPRI agar pemda Provinsi dapat membentuk tim investigasi bersama antara pemda, Polda Papua, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga yang kompenten dalam mencari fakta kebenaran yang terjadi pada adik-adik kita di asrama mahasiswa Surabaya dan Malang, agar permasalah bisa cepat selesai, kejadian ini jangan sampai membuat perayaan PON di Tanah Papua terganggu dengan isu-isu keamanan di Papua sehingga kita takut mengirimkan anggota dan timnya ke Papua.

Pesta olah raga nasional ini harus kita sambut dengan gembira dan meriah di Tanah Papua.

Diakhir wawancaranya, bung Syarif berpesan untuk kita semua dan untuk diri sendiri, mari kita bersama-sama bergandengan tangan memajukan bangsa Indonesia dalam menyongsong pembangunan di seluruh Indonesia dan mendukung pemerintahan yang baru ini dg memberikan masukan-masukan yang positif dalam rangka memajukan Indonesia yang kita cintai.

Presiden Jokowi Perintah Kapolri Tindak Aktor Rusuh Manokwari tanpa Pandang Bulu

Jakarta – Terkait kerusuhan di Papua Barat dan Jawa Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau semua pihak untuk saling memaafkan supaya ketersinggungan yang melatarbelakanginya bisa reda. Hukum tetap ditegakkan. Dia memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak pelaku kerusuhan.

“Untuk menciptakan ketertiban umum dan penegakan hukum, Presiden sudah memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak aktor kerusuhan sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” kata Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani, kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Jokowi mengutamakan nilai-nilai toleransi di atas segala persoalan bangsa yang plural ini. Nilai-nilai dalam hidup bersama itu perlu terus dijunjung tinggi oleh Indonesia.

“Presiden juga menegaskan bahwa nilai-nilai keberagaman, toleransi, saling menghargai, penting untuk terus-menerus dibicarakan dan dipahami bersama oleh kita semua, sebagai bangsa yang besar,” kata Dani, sapaan Pramodhawardani.

Dia menyatakan, penjelasan Jokowi terkait insiden di Jawa Timur dan Papua sudah cukup jelas, yakni mengimbau agar semua pihak menahan diri terhadap sikap dan tindakan provokasi dari pihak manapun.

Sebelumnya, Jokowi meminta masyarakat saling memaafkan terkait demonstrasi berujung rusuh di Manokwari dan Sorong, Papua Barat. Kerusuhan terjadi buntut insiden pengamanan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

“Saudara-saudaraku, Pace, Mace, Mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang paling baik adalah memaafkan. Emosi itu boleh tetapi memaafkan lebih baik. Sabar itu lebih baik,” kata Jokowi di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/8) kemarin.

Pemerintah ditegaskan Jokowi tetap menjaga kehormatan warga Indonesia, termasuk di wilayah Papua dan Papua Barat. “Yakinlah pemerintah terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pace, Mace, Mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat,” tutur Jokowi.

Rusuh Manokwari, Mendagri Minta Kepala Daerah Tak Bicara Pancing Provokasi

Jakarta – Mendagri Tjahjo Kumolo meminta semua kepala daerah menahan diri mengeluarkan pernyataan (statement) terkait rusuh di Manokwari, Papua Barat. Rusuh massa di Manokwari berawal dari unjuk rasa terkait peristiwa di Jawa Timur. 

“Semenjak adanya pernyataan dan kejadian di Malang dan di Jawa Timur, Kemendagri sudah membentuk tim monitoring, terus memonitor dengan Kesbangpol,” kata Tjahjo kepada wartawan di kantornya Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Selain itu, Mendagri meminta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) berkoordinasi dengan forum komunikasi daerah. Kepala daerah diminta tidak mengumbar pernyataan yang bisa memicu provokasi.

“Yang intinya satu, kami meminta kepada para pejabat, baik gubernur, bupati, wali kota, maupun perangkat untuk menahan diri, tidak terlalu mengumbar berbagai pernyataan yang bisa menimbulkan emosi warganya,” sambungnya. 

Mendagri rencananya memanggil Gubernur Papua Barat, Papua, dan Jawa Timur. Mendagri ingin para kepala daerah duduk bersama menindaklanjuti peristiwa yang memicu provokasi berujung kerusuhan di Manokwari. 

“Sebenarnya (dipanggil) besok pagi. Tapi karena gubernur harus hadir di daerahnya masing-masing, karena tanggung jawab wilayahnya masing-masing, akan kami tunda dulu menunggu kesiapan gubernur Papua dan Papua Barat serta gubernur Jawa Timur juga,” imbuhnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan massa pengunjuk rasa merusak bangunan DPRD dan eks kantor gubernur Papua Barat. Negosiasi masih dilakukan dengan para pengunjuk rasa.

Dedi menyebut ada 3 polisi terluka saat upaya negosiasi. Karena itu, aparat lebih dulu ditarik mundur untuk menenangkan massa.

“Dari kepolisian 3 orang korban: satu luka Karoops dan dua anggota. Saat negosiasi wagub, pangdam, ada provokasi lemparan batu,” ujar Dedi.

Hari Kemerdekaan ke-74 RI, Menuju Indonesia Jaya

Jakarta

Ketum LPRI dan ketum ASKOPINDO Syrifuddin tahir,SE,ST,MM mengucapkan”Hari Kemerdekaan ke-74 ,Dirgahayu Indonesiaku!

Hari kemerdekaan yang jatuh pada Sabtu, 17 Agustus 2019 ini telah tiba masyarakatpun menyambut gembira momen ini

Di hari kemerdekaan ini, sebagai bentuk pengingat.
Momen bersejarah ini setiap tahunnya diperingati masyarakat Indonesia sebagai bentuk cinta pada tanah airnya juga sebagai bentuk penghargaan perjuangan para pahlawan bangsa yang telah mati-matian memperjuangkan kebebasan anak cucunya dari penjajah.

Tak heran, di hari ulang tahun RI ini banyak perayaan yang dilakukan oleh seluruh masyarakat di seluruh pelosok nusantara.
dengan Lomba 17 Agustusan,

Seperti menjadi sebuah tradisi, berbagai macam perlombaan digelar di berbagai kalangan untuk memeriahkan hari kemerdekaan.
Untuk ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan,

Mari kita ingat semua pahlawan masa lalu yang berjuang untuk kemerdekaan dan persatuan kita.
Selamat Hari Kemerdekaan ke-74 RI!