Ketua umum DPP LPRI sesalkan Insiden kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (DPP LPRI) Syarifuddin Thahir SE.,SH.,MM, menanggapi masalah bentrokan mahasiswa yang ada di Malang dan Surabaya di hari perayaan Ulang Tahun RI yang ke 74.

Kami mohon agar aparat penegak hukum, khususnya kepolisian agar bijak melihat situasi bangsa yang penuh damai ini, kami mendukung penegakan hukum di tanah air, tapi masalah di Malang dan Surabaya, kepolisian jangan mendengar dari satu kelompok LSM saja tetapi harus bisa mendengar dari semua pihak, pemerintah Malang dan Surabaya juga harus bisa mengadakan sosialisasi kepada para mahasiswa dari Papua mengenai kesadaran bernegara dan pengamalan idiologi Pancasila, asrama mahasiswa disemua daerah harus ada pembinaan dari pemerintah setempat dan kepolisian.

Kepada LSM di Surabaya dan Malang jangan terbiasa main hakim sendiri, ada permasalahan dengan adik-adik mahasiswa kita harus ajak dialog dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah dengan musyawarah, ini negara hukum dan letakkan hukum di atas segala- segalanya.

Saya sebagai Ketua Umum DPP LPRI merasa kecewa dengan tindakan oknum LSM yang ada di surabaya dan malang.

Permasalah yang sepele seharusnya lapor ke RT, RW atau Polsek terdekat, agar bisa diselesaikan dengan musyawarah, kasihan adik- adik kita dari Papua yang datang untuk belajar menuntut ilmu jauh, dari Papua ke daerah Surabaya dan Malang tapi mendapat masalah dari oknum-oknum LSM yang ada di sana.

Kami menghimbau juga kepada aparat kepolisian agar bisa mengembalikan atau melepas adik-adik kita kembali ke asrama untuk bisa belajar dan meneruskan kuliah mereka di Surabaya dan Malang.

Mari kita sambut Dirgahayu Kemerdekaan ke 74 bangsa ini dengan penuh kegembiraan, Papua adalah bagian dari bangsa Indonesia, adik-adik mahasiswa Papua juga saudara kita semua, jangan kita perkeruhkan persaudaraan kita ini dengan saling bermusuhan satu sama lain,
karena musuh yang paling besar adalah musuh yang datang dari diri kita sendiri, mari kita isi kemerdekaan ini dengan persatuan dan kesatuan, kita berbeda bahasa, berbeda suku, agama dan ras, tapi kita dipersatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, kita berbeda-berbeda tapi tetap satu dalam rumah NKRI, idiologi kita tetap satu Pancasila.

Masukan dan saran saya sebagai ketum DPP LPRI agar pemda Provinsi dapat membentuk tim investigasi bersama antara pemda, Polda Papua, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga yang kompenten dalam mencari fakta kebenaran yang terjadi pada adik-adik kita di asrama mahasiswa Surabaya dan Malang, agar permasalah bisa cepat selesai, kejadian ini jangan sampai membuat perayaan PON di Tanah Papua terganggu dengan isu-isu keamanan di Papua sehingga kita takut mengirimkan anggota dan timnya ke Papua.

Pesta olah raga nasional ini harus kita sambut dengan gembira dan meriah di Tanah Papua.

Diakhir wawancaranya, bung Syarif berpesan untuk kita semua dan untuk diri sendiri, mari kita bersama-sama bergandengan tangan memajukan bangsa Indonesia dalam menyongsong pembangunan di seluruh Indonesia dan mendukung pemerintahan yang baru ini dg memberikan masukan-masukan yang positif dalam rangka memajukan Indonesia yang kita cintai.